Malang (beritajatim.com) - Demo ratusan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Cabang Malang, rupanya diwarnai aksi bakar-bakar. Usai berorasi dan berjalan mengeliling areal Jalan Veteran, Kota Malang, disekitar kawasan kampus Unibraw, mereka pun membakar sejumlah foto termasuk foto Wakil Presiden Boediono, Rabu (13/01/10) siang.
Aksi itu dilakukan saat unjuk rasa mereka, menuntut penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. “Dengan semangat gerakan mahasiswa angkatan 74 dan memperingati malapetaka peristiwa 15 januari/Malari, hapus mafia hukum sekarang juga,” teriak Roby Purnawirawan, Ketua Umum KAMMI Malang.
Menurut Roby, pemberantasan korupsi dan mafia hukum dewasa ini seakan-akan hanya isapan jempol saja. Terbukti, mafia-mafia hukum tidak hanya diperadilan saja. Tapi sudah masuh pada rana penjara dimana didalam rutan, malah disulap menjadi istana-istana mewah para pelaku kejahatan hukum di negeri ini.
Pada unjuk rasa itu, demonstran juga mengkritisi jika tahanan yang ditempati Artalyta alias Ayin, adalah bentuk ketidak beresan hukum di Indoesia. Jika penjahat lain harus tidur diatas ubin, Ayin malah bebas menikmati fasilitas mewah penjara termasuk mengendalikan perusahaan bonafitnya dari balik sel berkelas itu.
“Sungguh ironi penegakan hukum di negeri ini. Kalau begini caranya, mana mungkin pelaku kejahatan bisa jera. Bisa jadi, mereka akan berlomba-lomba untuk melakukan kejahatan. Karena penjara bukan momok? menakutkan bagi penjahat berduit macam Artalyta itu,” terang Roby.
Hal senada juga diungkapkan Fuad Rahman, Juru Bicara Aksi itu menilai pemberantasan korupsi yang didengungkan pemerintah SBY, hanyalah jargon politik saat kampanye lalu. Ia bahkan menilai pemerintahan SBY jilid II tak lebih hanya melakukan tebang pilih dalam memberantas pelaku korupsi termasuk mafia hukum dan peradilan. “Sungguh menggenaskan. Fasilitas penjara mewah bak hotel bintang lima. Ini semua harus diakhiri,” ucap Rahman lantang.
Entah karena sudah terbawa emosi, para demonstran lantas menumpuk foto ditengah lingkaran. Pada foto itu terpampang jelas Wapres Boediono, Sri Mulyani, Anggodo, Robert Tantular serta Presiden SBY. Mendadak, tak seberapa lama, mereka pun menyiramkan bensin dan membakar foto-foto tersebut. Dalam sekejap, kepulan asap dan api pun melumat foto-foto tersebut. Petugas yang berada disisi kanan jalan pun, hanya diam saja dan tak merespon saat tahu foto Wapres dan Presiden dibakar.
Di akhir unjuk rasa,? ratusan aktivis KAMMI mendesak agar pemerintah mencopot pejabat yang terlibat memberi kemewahan pelaku kejahatan saat berada didalam rutan. Selain mendukung pansus DPR dan KPK dalam mengusut tuntas kasus Bank Century, KAMMI juga meminta agar Sri Mulyani selaku menteri keuangan dan Boediono yang tak lain adalah Wakil Presiden, dicopot dari jabatannya untuk mempermudah penyidikan.
Selebihnya, mereka juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan mendukung gerakan penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi di Indoenesia. Termasuk, meminta para pelaku mafia hukum macam Anggoda dan Robert Tantular, dihukum berat. [yog/kun]