Archive for April, 2010

May Day : Sejarah Hari Buruh

Setiap tanggal 1 Mei, para buruh di seluruh dunia memperingati hari perlawanan. Penetapan tanggal 1 Mei ini, erat kaitannya dengan perjuangan buruh menuntut diberlakukannya 8 jam kerja sehari, serta tragedi Haymarket di Chicago, AS.

Pada tanggal 1 Mei 1886 sebanyak 350.000 orang buruh melakukan mogok massal di beberapa tempat di AS. Mereka diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika. Kaum pekerja ini menuntut perbaikan kesejahteraan dan jam kerja 8 jam sehari. Pada saat itu, kesejahteraan buruh sangat memprihatinkan. Mereka dipaksa bekerja hingga 15 jam sehari.

Aksi ini terus berlanjut. Pada tanggal 3 Mei 1886, pemerintah mengirim sejumlah polisi untuk meredam pemogokan pekerja di pabrik McCormick. Polisi menembaki para buruh yang melakukan aksi mogok. Empat orang tewas, puluhan luka-luka. Hal ini menimbulkan amarah di kalangan kaum buruh.

Puncaknya terjadi tanggal 4 Mei, aksi buruh dipusatkan di lapangan Haymart. Aksi yang diikuti puluhan ribu buruh ini awalnya berjalan damai. Namun tiba-tiba sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Seorang polisi tewas dan belasan terluka. Polisi membalas dengan menembaki para buruh yang masih bertahan. Banyak yang terluka dan tewas. Read the rest of this entry »

Mengapa Aku Mencintai KAMMI ? (1)

Milad Adikku Tercinta

KAMMI adikku tercinta, usiamu sudah genap dua belas tahun. Abangmu ingin mengucapkan selamat menempuh usia baru, Dik. Di usia yang muda dan belia ini, bergeraklah lebih cepat dan terarah. Tentunya harus lebih baik dari sebelumnya. Dik, Abang punya cerita sebagai hadiah dari Abang untuk bekal kamu di usia barumu.

Abang dulu kenal namamu sejak Abang duduk di aliyah, tepatnya kelas dua. Abang lihat di sebuah rumah dekat sebuah kampus, ada logomu berkibar, lebih tepatnya benderamu terpampang gagah di sebuah rumah yang di dalamnya Abang lihat sekumpulan anak-anak muda berkumpul. Entah bicara tentang apa, Abang tak paham. Sepintas Abang lihat, mereka tak jauh beda dengan pemuda-pemuda lainnya, banyak ngobrol, asal kumpul dan sedikit duitnya. Maaf Dik, aku belum terlalu jauh mengenal dirimu waktu itu.

Beranjak sudah Abang dari Aliyah, lalu Abang kuliah. Di UIN Malang, Abang bertemu lagi logomu berkibar di sudut ma’had kampus, sebuah tempat beralaskan tikar sederhana dengan beberapa orang gadis berjaga di sana. Abang coba dekati,

“Mbak, ini KAMMI ya?”

“Iya, mau ikutan Dik?”

“KAMMI itu apa sih Mbak?”
“KAMMI itu,, bla.. bla… bla…” Read the rest of this entry »

Wanita Dan Bias Emansipasi

Hari ini kita sangat prihatin melihat kiprah para wanita kita. Sosok itu ternyata hampir benar-benar tenggelam atau tenggelam benar oleh keanggunannya. Sebuah fitrah kodrati yang senatiasa membelenggu mereka dan pledoi bahwa pembawaan merekalah seperti itu.

21 april biasanya pasti ramai di televisi, kelahiran Kartini diperingati di pelosok tanah air ini. Kelahiran yang melahirkan sebuah nilai perjuangan wanita Indonesia, disebutlah EMANSIPASI WANITA. Bagi mereka tidak ada peringatan akan kelahirannya, meski mengambil momen hari kelahirannya. Mereka telah menemukan sesuatu dibalik diturunkannya Kartini di muka bumi, jalan hidup hingga ajal menjemputnya. Sementara di sisi lain ada yang mengambil tema diskusi baru ; “Meluruskan Sejarah Kartini” dengan meng-counter pada titik ekstrem bukan Habis Gelap Terbitlah Terang –sejarahnya, tetapi Dari Gelap Menuju Terang. Pergeseran isu 21 april ini sarat muatan idelogisasi, katanya. Benarlah memang, “otak-atik” kata – kata : gelap – terbit – menuju – terang kalau padan-padankan sama saja. Bahwa Kartini mempunyai asal “dunia kegelapan”, Dia berubah dan Dia menemukan “ dunia yang terang”. Tentu membicarakan perbedaan ini tidak menarik lagi. Tentang maksud “dunia terang” macam apa yang didapat Kartini disitulah protes sejarah bagi kaum ideologis. Pertanyannya sekarang, “masih pentingkah kita mendebatkan ; “kemana sebenarnya Kartini berlabuh pada terangnya cahaya itu ?”, seberkas kekuatan pada cahaya perlawanan pada diskrimasi gender yang sering disebut sebagai nafas emansipasi ataukah penemuan ideologi penerang jiwanya ?”. Dua pertentangan ini juga dihadap-hadapkan dalam judul dua buku yang saling dilawankan, permodalan yang tidak main-main dalam mempengaruhi sejarah ini. Read the rest of this entry »

MUKTAMAR KE 7 KAMMI

Tasyakuran MILAD 12 KAMMI MALANG Raya

Kepada Ykh

Seluruh Pengurus Komisariat dan Kader KAMMI Malang Raya

Di Bumi Allah SWT

Assalamualaikum Wr. Wb

Dalam rangka tasyakuran MILAD KAMMI yang ke 12, pengurus KAMMI DAERAH MALANG mengundang seluruh Kader-kader KAMMI SeMalang Raya untuk menghadiri acara Tasyakuran Milad KAMMI yang ke 12. Acara ini akan diadakan pada hari Ahad ( 18 April 2010) Pkl 12.30 – selesai bertempat di gedung Pusat Dakwah UIN MMI Malang.

Acara yang bertema “Muslim Negarawan : Menuju Indonesia Baru, Bersih, Mandiri dan Madani ” akan di isi oleh Taujih Ruhiyah oleh Ustdadz dan Ketua Umum KAMMI selain itu akan ada acara akan napak tilas gerakan KAMMI yang di bawakan oleh para senior-senior/alumni KAMMI.

Tasyakuran ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan antar komisariat, sebagaimana terlampir. Selain itu juga akan diselenggarakan konsolidasi dan silaturahmi akbar komisariat – KAMDA. Hal ini mengingat sebagian besar pengurus komisariat yang baru terbentuk dan akan segera diadakannya berbagai event besar dan strategis di KAMMI Daerah, seperti konsolodiasi politik menjelang Pemilukada Kabupaten Malang, Launching Program Sambut Mahasiswa Baru, dll.

Besar harapan kami kader-kader KAMMI yang ada di Malang Raya bisa hadir dan memeriahkan acara tersebut

Wassalamu’alaikum Wr Wb

TTD

Humas KAMMI Daerah Malang

Andrik Prastiyono

Read the rest of this entry »

12 tahun sudah Kepal tangan KAMMI menjulang ke angkasa. menorehkan sekian suka. sekian duka. sekian tawa. sekian air mata. sekian kisah dan sekian kesah. di 12 tahun ini, KAMMI terus menerus berusaha untuk tetap eksis dalam blantika pergerakan mahasiswa. Sebuah usaha yang tidak mudah ditengah mahasiswa yang semakin diburu oleh susahnya mencarinya pekerjaan sehingga harus terburu-buru melepas “masa lajangnya” sebagai mahasiswa untuk kemudian menyadang status baru sebagai pencari kerja atau pencipta kerja dinegeri ini.
12 tahun mawar merah kammi mengiringi sejarah negeri. Merahnya terus berusaha merona ditengah guyuran pragmatisme yang kian deras. maka satu dua kader atau dalam bilangan berapapa pun terluka. Terseret arus pragmatisme dan berdalih ini adalah bagian dari perjuangan. Lalu dengan congkaknya bermanuver kedalam dan keluar. Bak politikus yang lihai menebar kebusukan. Maka jika kau robek hatinya, kau temukan itulah sumber kebusukan amalnya.

Read the rest of this entry »