Archive for March, 2010

Berikut ini adalah nama – nama kader AB 2 KAMMI Daerah Malang yang lulus sertifikasi dan screening DM 3 KAMMI Jatim 23 – 28 Maret 2010 di Malang *:

1. Andrik Prastyono (UB) –> LULUS

2. Dodie Arief (UMM) –> LULUS

3. Erik Marangga (UIN) –> LULUS

4. Muhammad Taufiq (UB) –> LULUS

5. Nana Aziz (UB) –> LULUS

6. Nina Andriani (UB) –> LULUS

7. Nur Robiah (UIN) –> LULUS

8. Ridho Hudayana (UIN) –> LULUS

9. Sulthoni Muslim (UB) –> LULUS

10.Trisno Widodo (UB) –> LULUS

11. Ulifati S (UIN) –> LULUS

Selamat dan Sukses untuk Antum/Antuna, penugasan bisa diunduh diemail masing – masing.

TTD

Ketua LAK Malang

Mbah Jiwo

* urut berdasarkan abjad

Tuntut Boediono-Sri Mulyani Mundur

MALANG – Aksi teaterikal kemarin dipertontonkan aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Malang dalam demo skandal Bank Century. Dalam aksi itu, para mahasiswa mengarak Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang diperankan seorang aktivis.

SBY yang diperankan Ridho Udayana itu, menarik tangan seorang demonstran yang mengusung poster Stop Tukar Guling Kasus. Tak terima perlakuan itu, seorang demonstran yang bernama As’ad Maulidi ganti mendorong SBY. Aksi dorong-dorongan pun terjadi dan akhirnya SBY terjatuh ke aspal.

“Indikasi tukar guling kasus antara pemerintah dengan politisi yang kadernya terjerat kasus korupsi, cukup kentara. Ini tidak boleh terjadi. Kebenaran harus tetap ditegakkan,” pinta Roby Purnawirawan, ketua KAMMI Daerah Malang, dalam aksinya di depan DPRD Kota Malang, siang kemarin.

Aksi itu juga diikuti dengan sejumlah kecaman. Seperti halnya yang tertulis dalam spanduk Maling Teriak Maling, Saatnya Sebut Nama, serta desakan menurunkan Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dari jabatannya. “Mereka yang diindikasi maling teriak maling juga. Boediono, Sri Mulyani, Raden Pardede, dan lain-lain,” ujar dia.

Para mahasiswa itu juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendorong sidang paripurna menyebut nama-namaya yang bertanggungjawab atas kasus skandal Bank Century. Menuntut Boediono dan Sri Mulyani mengundurkan diri.

Selain aktivis KAMMI, belasan aktivis HMI Komisiat Unisma juga menggelar aksi serupa. Aksi mahasiswa yang juga terkait dengan tindak lanjut pengusutan Bank Century itu, mendesak wakil rakyat bersikap tegas. Mereka juga meminta DPRD Kota Malang menerima aspirasi mereka dan menyampaikannya kepada DPRD RI. (yak/ziz)
sumber : Jawapos

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Malang menyindir para wakil rakyat (DPR) dengan cara menutup mata karena selama ini bertingkah laku seolah tidak terlihat oleh rakyat.

Aksi unjuk rasa dengan menutup mata tersebut digelar di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jatim, Selasa (2/3/2010).

“Selama ini para wakil rakyat kan pura-pura tidak tahu dan selalu mengabaikan rakyat. Bahkan, bertingkah laku yang seakan-akan tidak dilihat dan diawasi oleh rakyat,” ucap Humas KAMMI Andrik Prastiyono di sela-sela aksi.

Selain itu, KAMMI juga minta supaya para wakil rakyat yang menjadi bagian dari Panitia Khusus (Pansus) Century segera menyebutkan nama dan mengumumkan secara terbuka dalam rapat paripurna. Siapa saja yang terlibat dalam skandal Bank Century itu.

Apalagi, tegasnya, Presiden SBY sudah minta transparan kepada Pansus dalam mengungkap skandal Century sehingga untuk apa harus ditutupi, fraksi harus berani menyebut nama.

Andrik juga menyayangkan, dua fraksi di DPR tak mau menyebut nama-nama yang terlibat dalam skandal Bank Century.

“Sebagai wakil rakyat seharusnya dua fraksi tersebut transparan dalam mengungkap temuan Pansus,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, katanya, masyarakat bisa menilai sendiri sikap partai mana yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat dan partai mana yang hanya memikirkan kepentingan pragmatis.

Dalam tuntutannya, KAMMI juga meminta agar Boediono (Wapres) dan Sri Mulyani (Menkeu) dinonaktifkan atau mengundurkan diri karena terindikasi bertanggung jawab atas skandal Bank Century.

Skandal Bank Century yang kini ditangani Pansus DPR RI itu diduga telah merugikan negara sebesar Rp 6,7 triliun melalui program dana talangan dengan dalih untuk menyelamatkan dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.

sumber : Kompas.Com

KAMMI Menolak Politik Dagang Sapi !

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Malang menuntut Boediono dan Sri Mulyani dinonaktifkan atau mengundurkan diri karena terindikasi bertanggung jawab atas skandal Bank Century.

Tuntutan itu disampaikan melalui unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (2/3). “Kami juga mendesak Sidang Paripurna berani menyebut nama-nama orang yang bertanggung jawab atas skandal Bank Century,” kata Andrik Prastiyono, Humas Aksi.

Menurutnya, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa yang masih malu-malu untuk mengakui ada kesalahan dalam proses Baillout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.
“Masyarakat bisa menilai sendiri sikap partai mana yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat dan partai mana yang memikirkan kepentingan pragmatis,” katanya.. (nurqomar/B)

sumber :

PosKota

Malang – Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang. Dalam aksinya mahasiswa menggelar aksi tutup mata merupakan sindiran terhadap wakil rakyat yang selama ini bertingkah seperti tak terlihat oleh rakyat.

Aksi ini meminta wakil rakyat anggota Pansus Century menyebut nama dalam rapat paripurna nanti.

Sebuah spanduk besar bertulis “maling teriak maling, Pansus harus sebut nama” dibawa mahasiswa dalam aksi yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

“Presiden sudah meminta transparan kepada pansus dalam mengungkap skandal century. Untuk itu semua fraksi harus berani menyebut nama,” kata Andrik Prastiyono Humas KAMMI Malang di sela aksi, Selasa (2/3/2010).

Mahasiswa dari Fakultas MIPA Universitas Brawijaya ini menyayangkan, dua fraksi di DPR tak mau menyebut nama. Sebagai wakil rakyat seharusnya dua fraksi tersebut trasparan dalam mengungkap temuan pansus.

“Sampai kini fraksi demokrat dan PKB yang tak mau menyebut nama dari hasil temuan pansus,” tandasnya.

Sumber :

detikSurabaya.com

Tuntaskan Kasus Century !

PERS RELEASE AKSI KAMMI DAERAH MALANG MENYAMBUT SIDANG PARIPURNA DPR RI UNTUK SKANDAL BANK CENTURY

Skandal Bank Century yang telah melibatkan uang rakyat 6,7 Triliun sampai hari ini terus menjadi kasus utama di negeri ini dalam hal penegakan hukum. Inilah skandal indikasi kasus korupsi yang telah menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini pengusutan dan penyelidikan kasus ini di DPR RI oleh Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Century telah mencapai puncaknya. Dan hari ini adalah pertaruhan kredibilitas para Wakil Rakyat kita di senayan untuk menegakkan hukum yang setingi-tingginya di negeri ini. Hari ini menjadi pembuktian apakah para wakil rakyat kita dari Partai Politik yang telah kita pilih dalam PEMILU yang lalu benart-benar bisa mengemban amanah rakyat untuk mendoromg penuntasan setiap kasus korupsi yang ada di negeri ini walaupun yang menjadi pelakunya adalah para Pejabat Tinggi Negara di Indonesia.

Pada hari ini DPR RI akan memulai sidang Paripurna untuk memutuskan sikap dewan terkait skandal bailout Bank Century senilai 6,7 Triliun. Banyak pengamat mengatakan proses politik ini tidak akan mudah, karena kepentingan yang bertolak belakang dari para politisi senayan yang berasal dari partai pemerintah dan poartai oposisi. Bisa diprediksikan bahwa partai pemerintah akan berbeda sikap dengan kelompok oposisi karena kepentingan masing-masing diusung disini. Kita bisa melihat dengan seterang-terangnya sikap partai mana yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat, dan partai mana yang hanya memikirkan kepentingan pragmatisme belaka. Bahkan saat ini ada indikasi untuk terjadinya politik transaksional/dagang sapi, yaitu tukar guling kasus antara pihak partai pemerintah dengan beberapa partai yang berbeda pendapat karena beberapa kadernya terindikasi kasus korupsi. Ini tidak boleh terjadi. Kebenaran harus tetap ditegakkan setinggi-tingginya..

Melihat kondisi perpolitikan seperti ini, maka KAMMI Daerah Malang menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Mendorong Sidang Paripurna DPR RI berani menyebutkan nama siapa saja yang bertannggung jawab atas kasus Skandal Bank Century
2. Menuntut Boediono dan Sri Mulyani dinon-aktifkan atau mengundurkan diri karena diindikasikan bertanggung jawab atas skandal Bank Century.
3. Menyerukan untuk tidak dilakukannya Politik Dagang Sapi, tukar guling kasus diantara politisi partai – politik di senayan terkait kasus bailout Bank Century
4. Menyerukan kepada masyarakat untuk tidak memilih partai yang telah jelas melindungi koruptor, orang-orang yang bertanggungjawab dan bersalah dalam skandal bailout Bank Century.

Malang, 2 Maret 2010
Ketua Umum KAMMI Daerah Malang

Roby Purnawirawan