Archive for December, 2009

Sudah lebih dari satu dasawarsa Reformasi di gulirkan di Negeri ini sejak tahun 1998. Saat ini juga sudah hampir 5 tahun Pemerintahan SBY bertahan dalam masa periode jabatannya yang ke 2. Sepanjang tahun 2009 kemarin kita telah melihat realitas bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan SBY yang masih menyimpan berbagai permasalahan Nasional yang belum terselesaikan hingga saat ini. Berbagai permasalahan yang ada itu merupakan amanah dari Reformasi dalam bidang hukum, ekonomi, birokrasi dan pendidikan. KAMMI melihat fakta perimbangan Trias politika saat ini, telah mengalami gejala “Executive heavy”, yang menjadikan kurang maksimalnya fungsi check and balance, sehingga dapat berpotensi menjadikan demokrasi yang telah dibangun 11 tahun reformasi ini set back ke model pemerintahan orde baru yang cenderung otoriter dan represif.

Kasus Bibit – Chandra hanya masalah yang timbul di permukaan dari gunung es mafia peradilan. Melalui rekaman yang diputar di MK, publik mengetahui bobroknya institusi Kejaksaan Agung dan Kepolisian, karena para petingginya justru mendukung Anggodo untuk mengkriminalkan pimpinan KPK.Dahsyatnya korupsi di tubuh penegak hukum menjadikan tidak berjalannya proses hukum terhadap kasus penyelewengan, korupsi, pelanggaran HAM, dan perusakan lingkungan. Dampak terbesarnya adalah hilangnya keadilan bagi rakyat. Bila penegak hukum bisa diatur-atur oleh cukong atau markus (makelar kasus) dan jika polisi dan jaksa bisa dikendalikan oleh koruptor, maka tidak akan ada keadilan untuk rakyat.

Skandal Bank Century telah membuka mata publik, tentang ketidakberesan pengelolaan negara. Terutama aspek ekonomi dan dunia perbankan. Rakyat makin apatis dan curiga dengan korupsi yang menggurita dalam struktur ekonomi Indonesia. Bahkan ditengarai para pelakunya adalah para pemegang kebijakan srategis di negeri ini. Bank yang sekarang menjadi Bank Mutiara itu, mendapat dana talangan yang alirannya sangat kabur dan ditengarai terjadi pembelokan aliran untuk kepentingan politik.

Melihat kondisi ini maka KAMMI menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi negeri ini di Bawah kepemimpinan Presiden SBY yang sudah hampir 5 tahun. Maka dari itu KAMMI Daerah Malang menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Menuntut Presiden SBY pad masa pemerintahannya periode ke 2 ini segera merealisasikan janji-janji politiknya pada saat kampanye Pilpres tahun 2009 kemarin
  2. Menuntut Penegakan Hukum yang seadil-adilnya, Reformasi Pejabat Peradilan, membasmi para Mafia Hukum dan Makelar Kasus di Indonesia.
  3. Mendukung penyelesaian kasus Bank Century oleh DPR maupun KPK, serta menuntut penon-aktifan Boediono dan Sri Mulyani demi memperlancar penyelidikan.
  4. Menyerukan kepada Masyarakat agara tetap kritis terhadap pemerintahan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenagn kekuasaan.

Demikian pernyaaan sikap KAMMI demi mewujudkan Pemerintahan yang lebih baik serta bebas dari Korupsi.

Malang, 31 Desember 2009

Ketua Umum KAMMI Daerah Malang

Roby Purnawirawan

jDEPOK – Ahad (20/12) tepat pukul 11.30 WIB, ruangan Guest House Wisma DEPKUMHAM RI Cinere, dipenuhi dengan ratusan para peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesai (KAMMI) Pusat, utusan dari berbagai daerah. Mukernas yang berlangsung sejak hari Rabu (16/12) akan ditutup oleh Prof. Dr. Jimly Ashidiqie salah satu anggota Dewan Kehormatan KAMMI. Sebelum acara ini ditutup, Prof. Dr. Jimly Ashidiqie menyampaikan sebuah ceramah. Prof. Jimly berpesan agar KAMMI terus memperbaiki keadaan umat dan terus belajar. Seperti kondisi aktual sekarang yang terjadi, kasus Bank Century agar terus dikawal supaya tuntas. KAMMI sendiri harus mengarahkan gerakannya ke gerakan intelektual karena saat ini umat Islam banyak namun sangat sedikit peranannya. Selain itu KAMMI juga harus menjadi elemen pemersatu umat selain melatih leadership, papar Prof. Jimly Ashidiqie. Selain itu Prof. Jimly mengatakan saat ini banyak pemimpin yang korupsi disebabkan karena banyak mengambil dan sedikit memberi serta menikmati jabatan. Seharusnya sebagai pemimpin, lebih banyak memberi dan sedikit menerima. Tidak menikmati jabatan, tapi jabatan adalah sebuah amanah. Jabatan sebagai wahana meninggalkan jejak yang baik. Jika ini yang dilakukan, maka tidak akan terjadi abuse of power (korupsi), tambah Prof. Jimly. Terakhir beliau memberikan tips kunci perbaikan organisasi. Diantaranya adalah: pertama, perbaikan sistem dan database informasi. Kedua, perbaikan administrasi keuangan. Ketiga, perbaikan layanan (transparan dan modern). Sebelum acara ditutup, KAMMI Pusat mendeklarasikan KAMMI Megapolitan yang terdiri dari KAMMI Jakarta, KAMMI Banten, KAMMI Depok, dan KAMMI Banten disaksikan Prof. Dr. Jimly Ashidiqie selaku anggota Dewan Kehormatan KAMMI. (edo)

Mahasiswa sebagai lokomotif penggerak reformasi selalu diperhadapkan dengan realitas yang membuatnya tak jarang berada di persimpangan jalan, antara idelisme dan realita. Perannya sebagai agent of change (ataupun dalam konteks ke-KAMMI-an dewasa ini lebih dituntut mesti lebih dari sekadar agent, menjadi director of change, pengendali perubahan) dan iron stock (cadangan keras) tak ayal menjadikan mahasiswa selalu berada dalam barisan depan mewujudkan cita-cita masyarakat yang sering berbenturan dengan kekuasaan tiranik yang secara sadar maupun tak sadar menindas rakyat. Persoalan yang sering mencuat dalam tubuh gerakan mahasiswa, dapat berbentuk problem pematangan diri secara organisasional, kederisasi, hubungan antar kelompok atau komunitas mahasiswa sendiri, sampai pada prioritas isu yang akan di angkat dan harus segera diselesaikan, Belum lagi menghadapi kepentingan kelompok-kelompok politis tertentu dengan godaan yang sangat luar biasa, sampai meruntuhkan independensi gerakan. Pastinya lagi masalah absensi di ruang kelas, SKS yang harus dilulusi, tugas-tugas kuliah beserta seabrek agenda akademik tentunya juga mau tidak mau mesti menjadi skala prioritas.

KAMMI yang lahir dari hiruk pikuk dan gegap gempita alam Indonesia zaman reformasi, adalah pertanda kebangkitan anak-anak muda Islam (dalam hal ini mahasiswa) yang sebenarnya aromanya telah tercium belasan atau bahkan puluhan tahun sebelumnya sebagai arus kebangkitan dunia islam skala internasional, KAMMI sebagai anak kandung dakwah dan tarbiyah.

Dalam perjalanan selama delapan tahun mengawal cita-cita republik ini dari zaman pergolakan reformasi sampai Indonesia terkini, Satu pertanyaan klasik, sudah sampai ke mana sajakah tujuan KAMMI yang termaktub dalam visi-misinya paradigma gerakan, sampai yang paling canggih kredo gerakan mampu mengubah wajah Indonesia hari ini? Mari kita bicara tentang peran strategis, ketika menyingung peran strategis maka sederhananya pola pikr kita digiring ke pertanyaan tentang posisi tawar KAMMI serta seberapa “penting” KAMMI di mata bangsa, di mata Indonesia, dan ketika diperkecil lagi dalam wilayah lokal Kota Malang. Betulkah KAMMI di Kota Malang sudah benar-benar menjalankan fungsinya sebagai problem solver yang sebenar-benarnya dan benar-benar diperhitungkan. Atau cuma sekedar pelengkap dinamika atau bahkan cuma timbul sebagai “gejala” euphoria kebebasan mengusung bendera dengan warna berbeda.

2. Masyarakat Madani

Sebagai bagian tak terpisahkan dari cita-cita luhur islam Indonesia, mewujudkan tatanan masyrarakat berkeadilan dalam republik Indonesia, wa bil khusus Kota Malang, KAMMI selayaknya mengambil posisi-posisi yang lebih signifikan. Cita-cita luhur itu adalah masyarakat madani, hampir tak ada bantahan tentang ini. Defenisi tentang masyarakat madani pun tak seragam pada satu teks. Jika menilik akar kata dalam bahasa Inggris, merujuk pada Civil Society, masyarakat sipil; sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Begitupun ketika dalam khazanah islam, masyarakat madani mengacu pada romantisme pemerintahan Islam zaman rasulullah di madinah kala itu. Tatkala kesejahteraan bisa dijewantahkan dalam laku dan gerak masyarakat madinah melalui pemerintahan berkeadilan. Tak salah (ada benarnya) masyarakat yang sejahtera lahir bathin diidentifikasi sebagai masyarakat Madany.

3. KAMMI berjuang untuk Malang Madani, Diantara Pilihan-Pilihan Jalur Gerakan

Belajar dari sejarah. Mahasiswa yang lahir setelah gelora reformasi berkecamuk mulai memikirkan langkah-langkah tepat mengawal perubahan yang diperjuangkannya mati-matian. Seringkali dianalogikan gerakan mahasiswa sebagai Resi atau pendekar, yang akan turun gunung ketika kampung porak poranda ditangan perompak, dan akan kembali bertapa di padepokannya setelah keadaan kembali tenteram.. Sejarah ternyata mengajarkan mereka bahwa seringkali setelah perubahan terjadi tak ada yang mengontrol agar gerak arah bangsa tetap pada rel cita-cita sebagai amanat rakyat, mahasiswa beroyong-boyong kembali ke “pertapaan”. Gerakan moral ternyata menurut sebagian pendapat pada masa dan kondisi tertentu harus menuju ke gerakan politik. Cuma permasalahan yang timbul lagi sampai batas-batas mana yang diperkenankan sebagai tanggung jawab moralnya selaku mahasiswa, dan bukan pada batas seluas-luasnya.

Lingkup wilayah Kota Malang dengan segala persoalan masyarakatnya yang kompleks, adalah bagian tak terpisahkan dari aspek dakwah dan perjuangan KAMMI. Dalam mewujudkan “masyarakat madani” Kota Malang, tentunya salah satu posisi yang bisa diambil adalah optimalisasi fungsi Social Control sebagai gerakan mahasiswa. Sekali lagi karena sesuai awal terlahirnya, telah memproklamirkan diri sebagai gerakan ekstra parlementer. Maka daya kritisi terhadap kinerja pemerintah dan perangkat-perangkatnya adalah senjata utama, ini perlu dibarengi wawasan tentang kebangsaan yang diharapkan dalam profil muslim negarawan. Konsep gerakan moral tampaknya masih tetap perlu dijaga untuk tetap menjamin “taji” KAMMI masih tetap tajam merespon semangat zaman (zeitgeist) Seperti

1. Pengawalan setiap issue yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat Kota Malang,

2. Perumusan konsep masyarakat madani atau masyarakat sejahtera sebagai tawaran kepada pemerintah.

3. Pembelajaran politik kepada masyarakat melalui penyadaran posisi dan perannya dalam situasi kebangsaan terkini. Melalaui jalur-jalur Aksi maupun seminar-seminar dan semacamnya.

4. Kritik terhadap kinerja struktur pemerintahan dan perangkat-perangkat negara tanpa pandang bulu.

Secara pribadi dan kultural, keberpihakan politik tidak bisa dinafikan, sebab satu dalam “Jamaah” merupakan keniscayaan dalam tubuh gerakan dakwah. Namun layaknya selaku mahasiswa tentunya sudah cukup cerdas menempatkan dirinya masing-masing dalam ranah-ranah di mana ia berpijak. Bukan pilihan-pilihan namun lebih kepada regulasi. Ada saatnya kapan menjadi sosok pure orientasi politik, pasca mahasiswa misalnya.

Peran sebagai penyedia pemimpin-pemimpin masa depan perlu diberdayakan secara maksimal berdasarkan potensi yang dimiliki setiap kadernya, sebab masyarakat madani yang dicita-citakan dalam pandangan KAMMI tentunya adalah masyarakat tidak hanya sejahtera secara fisik/materi namun juga secara moral, spiritual, dan intelektual.

oleh : AndrikPrastiyono.Net

Aksi Hari Anti Korupsi Sedunia

Hari Antikorupsi sedunia yang jatuh pada 9 Desember akan dimanfaatkan oleh KAMMI Pusat, OKP dan LSM untuk menggelar aksi damai besar-besaran sekaligus pencanangan Gerakan Indonesia Bersih. Aksi ini digelar serentak di seluruh Indonesia.

Aksi rencananya mulai pukul 12.00 WIB. Gerakan ini merupakan upaya untuk mengawal terus skandal Bank Century.KAMMI Pusat mengajak teman-teman KAMMI Daerah untuk melakukan aksi serupa di daerah masing-masing. Sebagai bentuk pengawalan KAMMI terhadap kasus Bank Century. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Salam,
Rijalul Imam
Ketua Umum KAMMI Pusat

KAMDA Malang ; Jam Malam

ketika saya bertandang ke sekret KAMMI Daerah Malang, saya mendapat pelajaran berharga. ada perasaan tersentil-terharu-bangga pada aktivis KAMMI MALANG. boleh saya ceritakan jika berkenan. :)

suatu malam setelah sholat Maghrib saya mencoba berangkat menuju sekretariat KAMDA Malang. sebenarnya pada hari itu (5/11) saya janji akan berkunjung pada pukul 17.00 setelah workshop. namun apa daya, di luar dugaan workshop berlangsung lebih lama di hari itu. kami baru selesai ketika adzan magrib berkumandang. walhasil saya makin gelisah berpikir apakah saya akan ke sekret atau tidak. tetapi karena sudah terlanjur janji dan sudah dapat izin dari salah satu atasan, saya nekad pergi sendiri kesana.

sekitar hampir pukul 19.00 pun saya diantar sampai Jalan MT Haryono, MLG oleh salah seorang teman yang kebetulan juga akan keliling sendirian. ketika itu saya memang di-pesankan utk diantar sampai spot tertentu utk mencapai sekret KAMDA itu. maklum saya memang staf volunteer paling kecil di kantor, jadi sangat dan amat dijaga keamanannya, hehe. tapi tetap saja saya pergi sendirian malam-malam di kota lain, apalagi sempat nyasar dan sempat mampir ke sekret PMII Malang untuk nanya dimana sekret KAMDA. :D

singkat cerita, saya tiba di depan sekret KAMDA. saya langsung sms akh Andrik bahwa saya sudah sampai. namun saya malah mendapat sms begini:

from andrik: afwan jiddan, sekret kamda ga bisa nrima tamu akhwat malam hari.

saya bengong. memang sih, sebelumnya saya sudah diperingatkan bahwa jam malam akhwat di sekret itu hanya sampai jam 18.00 dan jam malam umum hanya sampai jam 20.00. tapi tetap saya kaget, masalahnya saya tidak ditemui sama sekali. sekret sepi (meski sepertinya ad orang di dalam, saya yakin itu) dan tak ada yang keluar. saya tak masalah, mungkin hanya jet lag dan shock culture karena kultur aktivis yang berbeda antara Malang dan Jakarta. jika di JKT, syuro melewati jam 20.00 masih dianggap normal sepertinya. sebab saya cukup sering mengalami hal ini. namun di MLG, lain ceritanya. memang sih, lain lubuk lain ilalang. tapi saya salut sama ikhwah disini, masih bisa berteriak RULES ARE RULES. dalam artian, masih bisa teguh menjaga peraturan. tetap begitu, teman.

untuk kita yang di JADEBOTABEK, gimana ini? kayaknya peraturan tinggal peraturan deh. atau mungkin memang kondisi yang membuat kita seperti ini? well, hanya membuat kita merenung saja teman2. :)

trims to: Andrik Prastiyono (kadep Humas Kamda Malang), Novi F & Yoan (staff Humas Kamda Malang)

P.S. foto2 yang saya ambil ketika berhasil mampir ke sekret kamda Malang di pagi hari (06/11)

plang kammi malang
board info kegiatan kayaknya, betul kan ya? :)
mading dan info board
koleksi buku2 kammi malang
hijab syuro :)
alat2 aksi dukung KPK. kebetulan mereka abis aksi pada 5/11/09. :)
Ditulis Oleh :

Fadhilatul Muharram

Kamda Malang : Sarang Aktivis

***

tinggal seminggu di Malang membuat saya berpikir untuk mengunjungi salah satu organisasi mahasiswa daerah yang ada di Malang. jelas saya tidak akan menyiakan kesempatan yang begitu langka ini. mumpung ada disini, kenapa tidak saya mengontak teman-teman aktivis yang ada di daerah ini. ketika itu hal pertama yang saya lakukan ialah bertanya kepada teman di Ciputat perihal nomor kontak teman-teman aktivis Malang. kemudian saya melanjutkannya dengan menghubungi aktivis-aktivis Malang tsb.

butuh sekitar tiga hari saling kontak sebelum akhirnya saya nekad pergi sendirian ke sekretariat organisasi yang dimaksud di malam hari. organisasi yang saya kunjungi ialah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Daerah Malang. pada awalnya saya berjanji untuk mampir ke tempat mereka pada Kamis sore, namun nyatanya workshop berlangsung lebih lama dari yang saya duga. workshop baru selesai ketika adzan maghrib selesai dikumandangkan. lantas saya merasa bersalah sehingga harus cepat-cepat mengunjungi mereka di malam hari, tanpa tahu apa yang saya lakukan itu tidak dibenarkan. ya, ternyata ada sebuah peraturan dimana anggota KAMMI yang berjenis perempuan tidak diperkenankan keluar pada malam hari (batas waktu mereka berada di luar rumah sekitar jam 20.00 dan batas waktu mereka mengunjungi sekretariat hanya sampai jam 18.00).

setelah rusuh-rusuh kontroversi kedatangan saya ke sekretariat di malam hari, akhirnya saya berkunjung kembali pada hari Jumat pagi. kali ini tidak sendirian, namun diantar oleh salah seorang teman yang juga staff Departemen Humas KAMMI Daerah Malang. sesampainya disana saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk mengambil gambar.

kammi mlg

ketika saya berkunjung ke sekretariat, KAMMI Daerah Malang baru saja mengadakan aksi sehari sebelumnya. tema aksinya ialah protes aksi dugaan pelemahan  KPK yang dilakukan oleh jaksa dan kepolisian.P1140140 ya, seluruh rakyat Indonesia dari berbagai elemen kini tengah berduka akibat adanya pelemahan dan rekayasa terhadap KPK seperti itu. rakyat berduka akibat merasa dibohongi. sakit hati ini rupanya. namun tuntutan tidak boleh sekedar tuntutan. dan perjuangan-perjuangan P1140133tidak boleh hanya untuk dikenang. namun yang harus dilakukan ialah bagaimana kita melakukan aksi secara nyata dari dalam diri kita. tunjukkan bahwa kita ialah sebenar-benarnya pejuang untuk bangsa. korupsi terjadi karena kejahatan kecil yang kita biasa kita lakukan. bukankah begitu?

kembali ke topik KAMMI Daerah Malang. sedikit banyak saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah merepotkan teman-teman sekalian dalam menjamu saya. lain kali main-main ke KAMMI Tangerang Selatan ya. ditunggu sowannya. :D

Special Thx to:

Andrik Prastiyono (Ketua Departemen HUMAS KAMMI MALANG), Ika Yoan (Staff Departemen HUMAS KAMMI MALANG), dan Novi Fajaryanti (Staff Departemen HUMAS KAMMI MALANG). juga beserta teman-teman KAMMI MALANG yang bersedia menerima saya. :)

disadur dari : http://dhila13.wordpress.com

Pers Release Aksi Dewan Kab Malang

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Anggota DPRD Kabupaten Malang telah menodai amanah rakyat. Ruang sidang yang seharusnya menjadi tempat untuk menyalurkan aspirasi rakyat telah disalahgunakan sebagai ajang pesta tidak terpuji dan tidak layak untuk dilakukan oleh anggota dewan. Pesta dangdut dengan biduan berpakaian minim sama sekali tidak pernah diamanahkan oleh rakyat. Apalagi dengan indikasi ditemukannya minuman keras, anggota dewan yang mabuk, serta aksi pemukulan oknum anggota dewan terhadap salah satu wartawan.

Sangat ironis, aksi tidak terpuji ini dilakukan dengan dalih memperingati HUT kemerdekaan RI. Tentu, para pendiri bangsa ini akan menangis jika mengetahui kemerdekaan yang diraih dengan tumpah darah diperingati oleh anggota dewan dengan cara yang tidak terpuji. Aksi ini juga menunjukkan ketidakpekaan anggota dewan atas nasib rakyat. Tatkala permasalahan bangsa datang dengan bertubi – tubi, anggota dewan yang diharapkan menjadi penyelesai masalah justru melakukan aksi tidak terpuji dan memalukan ini,

Oleh karena itu, apa yang telah terjadi digedung DPRD Malang adalah bukti nyata ketidakseriusan anggota dewan dalam menjalankan tugasnya. Didasari atas keprihatinan mendalam atas kondisi rakyat Indonesia, maka kami dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Malang, menyatakan sikap :

  1. Menuntut Ketua DPRD Malang untuk melakukan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat Kabupaten Malang.
  2. Mendukung BK (Badan Kehormatan) DPRD Malang untuk mengusut tuntas dan memberikan sanksi tegas kepada anggota dewan yang terlibat.
  3. Menuntut pengunduran diri bagi anggota dewan yang terlibat, dan bagi anggota dewan yang terpilih lagi diperiode 2009 – 2014 untuk dengan rela meletakkan jabatannya, sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada rakyat yang telah memilihnya.

Akhir kata, kami akan terus mengawal hingga amanah rakyat benar – benar ditunaikan dengan baik oleh para wakilnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Malang, 14 Agustus 2009

Ketua KAMMI Daerah Malang

ttd

Roby Purnawirawan

Aksi Peduli Palestina

Puluhan aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) mengecam penyerangan dan penindasan tentara Israel atas bangsa Palestina. Kecaman itu dituangkan dalam aksi teaterikal di jalan raya depan gedung dewan, kemarin pagi. Tak hanya menghujat, barisan ini juga menuntut pemerintah RI mendukung sepenuhnya upaya menyeret Israel ke Mahkamah Internasional.

Dalam aksi teaterikalnya, para aktivis KAMMI menunjukkan beragam bentuk kekejaman tentara Israel terhadap Palestina. Tentara-tentara Israel itu diwujudkan sebagai monster berwajah serba putih dan baju putih. Lengkap dengan gambar bintang biru sebagai lambang zionis Israel.

Teaterikal ini dilakukan untuk mengingatkan kembali peristiwa terbaru pada 25 Oktober lalu. Yakni, penyerbuan tentara Israel ke Masjid Al Aqsha. “Puluhan tahun kondisi seperti itu telah berlangsung. Ribuan warga Palestina tak berdosa menjadi korban,” ungkap Ketua umum KAMMI Malang Roby Purnawirawan.

Karena itu, lewat aksi ini KAMMI menyerukan kutukan keras atas penyerbuan Israel ke Masjid Al Aqsha. Juga terhadap orang-orang yang menodai Al Aqsha dan yang telah mengakibatkan pertumpahan darah umat Islam tak berdosa. “Kami mengimbau seluruh rakyat Indonesia membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina dengan kemampuan yang dimiliki,” tandas Roby. Dalam aksi yang berakhir pukul 10.00 ini, mereka hanya melakukan teaterikal tanpa menemui anggota dewan untuk menyampaikan aspirasinya.