Tuntut Boediono-Sri Mulyani Mundur
Posted by AdminKamdaMar 4
MALANG – Aksi teaterikal kemarin dipertontonkan aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Malang dalam demo skandal Bank Century. Dalam aksi itu, para mahasiswa mengarak Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang diperankan seorang aktivis.
SBY yang diperankan Ridho Udayana itu, menarik tangan seorang demonstran yang mengusung poster Stop Tukar Guling Kasus. Tak terima perlakuan itu, seorang demonstran yang bernama As’ad Maulidi ganti mendorong SBY. Aksi dorong-dorongan pun terjadi dan akhirnya SBY terjatuh ke aspal.
“Indikasi tukar guling kasus antara pemerintah dengan politisi yang kadernya terjerat kasus korupsi, cukup kentara. Ini tidak boleh terjadi. Kebenaran harus tetap ditegakkan,” pinta Roby Purnawirawan, ketua KAMMI Daerah Malang, dalam aksinya di depan DPRD Kota Malang, siang kemarin.
Aksi itu juga diikuti dengan sejumlah kecaman. Seperti halnya yang tertulis dalam spanduk Maling Teriak Maling, Saatnya Sebut Nama, serta desakan menurunkan Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dari jabatannya. “Mereka yang diindikasi maling teriak maling juga. Boediono, Sri Mulyani, Raden Pardede, dan lain-lain,” ujar dia.
Para mahasiswa itu juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendorong sidang paripurna menyebut nama-namaya yang bertanggungjawab atas kasus skandal Bank Century. Menuntut Boediono dan Sri Mulyani mengundurkan diri.
Selain aktivis KAMMI, belasan aktivis HMI Komisiat Unisma juga menggelar aksi serupa. Aksi mahasiswa yang juga terkait dengan tindak lanjut pengusutan Bank Century itu, mendesak wakil rakyat bersikap tegas. Mereka juga meminta DPRD Kota Malang menerima aspirasi mereka dan menyampaikannya kepada DPRD RI. (yak/ziz)
sumber : Jawapos







